Journey of Twelve Grade

Sudah begitu lama aku nggak menulis lagi. Rasanya, ingin sekali menaruh cerita-cerita fiktif singkat lagi. Aku terlalu sibuk dengan persiapan masa depanku, rupanya. Masa depan? Bukankah inilah awal dari masa depanku. Hmm....

Aku adalah salah satu dari populasi kelas 12 saat ini. Tahu sendiri betapa rumitnya persiapan UN, bukan? Motivasi ini, motivasi itu. Try out sekarang, try out besok. Fotokopi sana, kotokopi sini. Tugas tertinggal, tugas lusa. Ya, kurang-lebihnya seperti itu.
Kalau dikatakan lelah, tentu saja lelah. Seperti kata pepatah: Setelah badai, datanglah pelangi. Jadi, UN itu adalah badai?
Sebenarnya, kalau membicarakan mengenai UN, aku nggak terlalu menghiraukannya. Aku lebih khawatir dengan SBMPTN. Aku juga khawatir dengan kampus yang akan aku pilih, walau sejujurnya aku takut untuk memilih--I'm a bit phobia on failure. Aneh, kan?
Kalau ditanya ingin jurusan apa--yang pasti aku memilih jurusan yang ada hubungannya dengan 'menulis' because it is my passion--such as Sastra Indonesia dan Ilmu Komunikasi.
Ada beberapa hal yang membuat aku bimbang dalam memilih kampus dan jurusan, tapi aku nggak mungutarakannya di sini.
Aku memiliki dua passion, actually, yaitu menjadi seorang Broadcaster as my full time dan menjadi seorang Penulis as my part time walaupun aku tahu tidak mudah mewujudkan keduanya di waktu yang bersamaan. Tapi, ya memang begitulah mimpiku.
Orang berkata, mimpi itu penting--rencana masa depan itu perlu dipertimbangkan. Well, aku telah mempertimbangkannya, tapi kelabilan tak lekas pergi.

Comments

Popular Posts