Historical Day
Thank god, it such one of the best day i have ever had in my whole life!
Terlambat. Panik. Bingung. Rasanya mau nangis aja. Nggak tau harus kemana, dan gak ada seorang pun tahu ada di mana. Aku nyasar menjelang lomba. Semua teman-teman satu timku sudah berada disini, and the are waiting for me! Aku telah mengecewakan teman-teman terutama Cipuy. Oh my god. I was so sorry.
Pagi-pagi mereka sudah sibuk menyiapkan semuanya. Mereka udah ready to go. Tapi, aku nggak ikut, dan bahkan nggak melihat mereka pergi. Aku ngerasa bersalah dan menyesal. Aku preparing buat ulangan MTK which is very important for me as first class lesson. Huh, pukul 09.10. I’ve done it.
Aku langsung keluarke tempat parkir, dan aku harus teriak2 manggil penjaga parkirnya yang ternyata lagi tidur. Gerbangnya kan digembok. Well, okay. Lalu, teringat brush set ku yang KETINGGALAN di rumah, aku harus pulang dulu ngambil, dan langsung ciao ke destination.
Sampai di GDC, aku belok ke kanan pada perempatan pertama., lalu nemuin pertigaan dimana ada abang-abang gak jelas di sana. AKu nanya ke mereka, kalau ke SMAIT TUNAS BANGSA kemana, ternyataa….mereka memberikan alamat yang salah, dan melemparku ke negeri antah berantah. Aku nyasar absolutely! Udah mau nangis, pulsa pas-pasan. Stiap nanya ke orang pasti gak tau, pun tau, mereka memberikan arah yang salah dan melemparku ke masalah yang lebih parah. Tetapi, di sisi lain aku menemukan Gawill Café yang merupakan tempat yang bakalan jadi background photoshoot in the making of A Year Book. Huh…!!
Aku memutuskan untuk balik lagi ke GDC, dan sudah texting mama untuk segera isi pulsa, lama anget sampenya itu pulsa. Aku nekar nyalain internet hape aku dan mencoba untuk menyalakan GPS, nggak bisa! Tapi, aku bisa menggunakan WA. Cipuy nelfon dan memberitahuku untuk ke perampatan pertama GDC, trus belok kanan. Ya ampun! I DID IT! Aku ke beberapa belokan kanan, yang sebenarnya bukan di prampatan, karena aku merasa belokan yang tadi ada abang-abangnya ada salah!
Aku nemuin warga, dan mereka memberitahuku untuk ke belokan itu lagi, dank e masjid HUDA. Aku nanya abang-abang lagi, they said. “MASJID HUDA BELOK KANAN” OMG!
Dengan ketakutan ak mengikuti petunjuk mereka LAGI ke arah yang bertolak belakang. I was banck and forth, dan ini adalah arah terakhir yang semestinya benar. Saat otw, Ryan tiba-tiba aja ada di belakangku, lega bukan main! I was in the right way!
Saat menepak kaki di backstage which is ruang preparing buat tim teater, aku sudah melihat teman-temanku yang lagi sibuk-sibuknya make up. Aku kummel banget!! Aku langsung ganti baju, dan ikutan bantuin mereka. Huh… ternyata, teaterku tampilnya dimajuin, begitu pun juga aku. Karena personally, aku ikut lomba speech contest, kami adalah peserta terakhir, jadi aku nomor 2 dari hitungan terakhir, dan teaterku tampil setelah aku tampil.
1 jam menjelang lomba, absolutely panic! Karena aku belum dandan! Dan..ya, pemain alhamdullilah sebentar lagi kelar.Setelah semuanya kelar, mereka nimbrung membentuk lingkaran, dan aku masih MAKE UP! Belum lagi mengambil sepatu flatshoes ku yang ketinggalan di bagasi motor, so I picked it up first.Setelah itu bergabung dengan lingkaran itu, mereka semua nangis, spotanly I followed. Hihi
!0 menit break time, aku sudah berada di bangku audience bersama anak-anak kelas 11, yang tadi nggak ikutan ngelingker, I didn’t know why, tapi memang itu lah yang disuruh cipuy.
One more peserta setelah aku, serang laki-laki. Aku tidak mengerti betul yang dia bicarakan, karena artikulasi dia kurang jelas. Aku semakin pede kalau aku bakalan menjadilebih baik dari dia.Saat lawan aku itu maju, Jaka menengok kepadaku, what is he thinking about as seeing me like that?
“PRAMITHA CHANDRA” they called. Aku maju ke stage tanpa perasaan deg-degkan. Deg-degkan sih, tapi ternyata perasaan pede ini lebih enonjol dan mengalahkan perasaan deg-degkan itu. Teman-teman teaterku member sorak-sorai.
Okay, It was about 7 minutes max. But, aku kurang dari itu, kalau tidak nilaiku bakal berkurang. Dan ya, bla-bla-bla. I was talking about The Youth Plage. You know, something what the teenagers are doing today, and what they are going to do in the nex periods, and what will they give to contribute this country. Intinya, Indonesia itu mau dibawa kemana nanti? Overall, That’s the very basic question.
Setelah selesai, Teaterku tampil. They great, absolutely! Keren banget! Huh, I can not describe it well. But, basicly, they did their best that day.
Singkat cerita, setelah ISOMA. Semua peserta diharapkan untuk ke bangku-bangku audience untuk menantikan pengumuman para pemenang. Semua deg-degkan. AKu juga deg-degkan, walaupun pada awalnya tidak.
Langsung aja deh. “JUARA 3 PRAMITHA CHANDRA”
Aku ingat betul Cipuy langsung berdiri loncar gitu, berseru “YEAHHH!!” seakan-akan dia yang menang. Aku ya,,, stay cool sih, hihi.
Aku ke stage, lagi. Dan menerima pengharagaanku. Oh, yes… I’m sorry aku nggak attach foto piala serta piagamnya, karena aku gak mau sombong. Hehe. Fotonya ada di hape aku sih.
Selanjutnya tinggal menunggu pengumuman tentang teater, how was going teater!! Oh my god, I was so curious, tapi aku memang sudah menduga bahwa taterku bakalan menang. And it happened, we got THE SECOND PLACE. WOW!! Kita mengalahkan Teater Langit SMAN 1 Depok. Mengingat naskahnya yang nulis aku, aku jadi ikutan senang, naskahku bisa menjadi penunjang pertama lomba teater bagi Sauyungers. Hmm.. yasudahlah.
INTINYA, kemarin adalah hari terbaik! All those happiness, I will never forget it! AHHH I LOVE YOU, GUYS. Without you all, I can not make it well. You are my encouragement, thankyou.We deserve a champion.
Comments
Post a Comment