Pasar Seni Ancol


Halo... hola... Buenos aires! Selamat pagi! Sekarang pukul 7 dan aku sudah membuka laptop. Aku pengen cerita aja sih, sebenarnya. Cerita ini simple, mengenai jalan-jalan random aja bareng si Cindy, sahabatku. Kita tuh pertama kali jalan jauh karena sebelumnya belum pernah. Paling cuma mondar-mandir ngemall aja. Cindy orangnya emang gitu sih, susah diajak jalan jauh. Padahal udah gede juga. Umur dia juga lebih tua loh dariku, kita beda 9 bulan.

Sebenarnya nggak jauh-jauh banget sih! masih daerah Jakarta, sedangkan rumah kita di Depok. Cuma naik KRL. Kita ke Ancol. Pasar seni dan jembatan Ancol. Duh, jadi inget baru tadi malam aku nulis cerpen bertema Urban Legend mengenai jembatan Ancol buat diikutkan ke lomba. Semoga menang atau minimal masuk nominasi ya Allah! :D

Sebenarnya aku nggak review tempat wisata ini sih. Karena, mungkin banyak dari kalian yang udah berkali-kali ke pasar seni atau jembatan Ancol karena murah meriah dan sangat photogenic. I absolutely brought my camera on. Gayaku pas ke sana juga santai parah banget. Aku pake celan cullot bermotif bunga-bunga dan kaos warna abu-abu. Udah kayak mau main aja. Ditambah headband dan tote bag ku yang bermotif batik yang eye catching. But, i love it!



Apa yang membuatku suka dengan passar seni ini, walaupun aku datagnya tengah hari bolong, tapi aku tetap aja suka. It has a lot of art creation. Seakan ini menjadi markasnya para pelukis dan pemahat. They the real artist. Aku bisa dengan bebas melihat karya-karya tersebut walau aku nggak punya uang untuk membelinya. \

Ada satu spot yang paling aku suka sama Cindy dan kita lumayan banyak ambil foto di situ, yaitu spot bangku watrna-warni ini. Seperti gambar di atas, hihi.

Selain itu, jalanan yang menyerupai gang, di mana kanan-kiri kita dipenuhi toko seni yang isinya lukisan-lukisan besar.



Kalau ada orang yang berkata, bahwa pasar seni itu membosankan. I think ya, it its boring. Nggak ada apa-apa di sana. Nggak kayak Dufan yang memang the real recreation destination. Tapi, kalau kalian punya kamera, kalian bakal menangkap gambar keren-keren sih. Mungkin nggak sekeren pemandangan alam, at least buat pecinta seni, mungkin bakal cukup menginspirasi dan terkesima dengan karya-karya seperti ini.

Btw, Cindy lagi-lagi menggunakan gamis panajang yang mana selalu dibahas mamaku dia jadi tampak kayak ibu-ibu. Haha. Temenku satu ini kenapa nggak bisa pakai pakaian kasual, ya? Padahal aku udah berkali-kali bilang ke dia untuk pakai pakaian kasual ketika jalan bareng aku, tapi yaudahlah.


Untuk jembatan Ancolnya sendiri, biasa aja sih. Kita cuma ngobrolin a lot of things. Pokoknya dua tempat ini kayanya cocok untuk dijadiin tempat pacaran. Oiya, suasana pasar seni juga sepi banget loh. Haha. Sumpeh cocok banget buat destinasi kencan.

Pokoknya begitulah ceritaku hari ini. Sungguh tidak ada yang menarik, ya? Sekadar diary jalan-jalan ketika liburan aja sih. Daripada fotonya nggak diapa-apain sema sekali. Jadi, mending dimasukin ke blog.

See ya!

Comments

Popular Posts